Senin, 30 Januari 2023

P3K

P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) adalah upaya atau perawatan sementara terhadap korban kecelakaan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, serta mengurangi bahaya yang lebih besar. Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah:
1. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian, contohnya:
- Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.
- Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.
- Mencari dan mengatasi pendarahan.
2. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
- Melakukan diagnosis.
- Menangani korban dengan prioritas yang logis.
- Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
3. Menunjang penyembuhan
- Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.
- Mencegah infeksi. Merencanakan pertolongan medis dan transportasi korban dengan tepat

Jenis Obat yang harus ada di P3K:
1. Obat Penghilang Rasa Sakit
Beberapa jenis obat penghilang rasa sakit antara lain balsem, minyak kayu putih, dan minyak angin. Adapun cara penggunaannya dengan mengusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut, atau bisa dengan cara dihirup.
Kegunaan atau manfaat yang ditimbulkan antara lain memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan dan menghangatkan tubuh.
2. Obat Luka Bakar
Jenis obat luka bakar adalah salep minyak ikan. Cara penggunaannya adalah dengan mengoleskan salep ke permukaan luka bakar. 
3. Obat Luka Ringan
Jenis obat pada luka ringan ialah Iodin povidon. Cara penggunaannya dengan membersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat. Manfaat atau kegunaannya adalah mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan, seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.
4. Obat Penyadar Orang Pingsan
Jenis obat pada luka ringan ialah amoniak cair 25% dan Eau de cologne. Cara penggunaannya dengan membasahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian dekatkan kapas atau berikan pada hidung korban untuk dihirup sampai korban sadar.
5. Obat Pencuci Luka
Jenis obat pada luka ringan yang bisa digunakan ialah larutan antiseptik, alkohol 70%, dan boorwater (larutan boric). Adapun punggunaannya dengan cara membasahi kapas dengan larutan antiseptik, alkohol atau boorwater.
Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut.

Peralatan P3K
a. Kasa Pembalut (Perban)
b. Kasa Steril
c. Plester
d. Plester obat
e. Pembalut Segitiga
Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera.
f. Kapas
g. Gunting
h. Lampu senter
i. Jepitan (Pinset)

sumber: Kemdikbud

Minggu, 18 Desember 2022

Tanggap Darurat Bencana

Tanggap Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana. Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi: 
a) Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya;
b) Penentuan status keadaan darurat bencana; 
c) Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana; 
d) Pemenuhan kebutuhan dasar; 
e) Pelindungan terhadap kelompok rentan;
f) Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

Pada saat seperti ini diperlukan pengkajian secara cepat dan tepat yang dilakukan untuk mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan. Penyelamatan dan evakuasi korban dilakukan dengan memberikan pelayanan kemanusiaan yang timbul akibat bencana yang terjadi pada suatu daerah melalui upaya pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan darurat, dan evakuasi korban.

Dalam hal status keadaan darurat bencana ditetapkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan badan penanggulangan bencana daerah mempunyai kemudahan akses yang meliputi pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, imigrasi, cukai dan karantina, perizinan, pengadaan barang/jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban uang atau barang, penyelamatan, dan komando untuk memerintahkan sektor/lembaga. (Ketentuan lebih lanjut mengenai kemudahan akses diatur dengan peraturan pemerintah)

Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana diselenggarakan dengan pola yang terdiri atas rencana operasi, permintaan, pengerahan/mobilisasi sumber daya yang didukung dengan fasilitas komando yang diselenggarakan sesuai dengan jenis, lokasi dan tingkatan bencana. Penyelenggaraan Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana diakhiri oleh pembubaran Komando Tanggap Darurat Bencana.
Penetapan status darurat bencana dilaksanakan oleh Pemerintah sesuai dengan skala bencana, dimana untuk skala nasional dilakukan oleh Presiden, skala provinsi dilakukan oleh Gubernur, dan skala kabupaten/kota dilakukan oleh Bupati/Walikota. 

Sumber:
Undang-Undang Penanggulangan Bencana No. 24 Tahun 2007. pasal 1.
http://bencanapedia.id/Tanggap_Darurat_Bencana

Rabu, 16 November 2022

Cara Mendapatkan Air Dihutan

Mendaki gunung dan menjelajahi hutan adalah kegiatan yang menyenangkan. Tetapi, sebelum melangkahkan kaki ke alam liar, ada baiknya kita mengetahui tentang basic survival skill. Termasuk, mengetahui cara menemukan air di alam liar.
Mengetahui ilmu ini akan menyelamatkan kita apabila suatu saat tersesat. Sehingga, kemungkinan kita bertahan hidup akan lebih tinggi. 
1. Cari danau, kolam, sungai atau aliran air
Ketika berada di hutan dan cadangan air semakin menipis, kamu harus segera menemukan sumber mata air. Entah itu danau, rawa-rawa, sungai, aliran air atau air terjun. Carilah air yang mengalir dari tempat yang tinggi karena kemungkinan lebih bersih dan lebih higienis untuk diminum. 
2. Genangan air
Hutan itu sangat luas, tidak semudah itu mencari sungai, danau atau sumber mata air lain. Sebagai alternatif, kamu bisa mencari genangan air untuk diminum. Genangan air bisa ditemukan di berbagai tempat, misalnya di bebatuan besar, lembah, cekungan tanah atau di lekukan pohon. Tetapi, air yang tergenang rawan akan kontaminasi. Sebelum diminum, periksa dulu apakah ada alga atau hewan yang hidup di dalamnya. Untuk memastikan airnya bersih, rendam kain ke genangan air, lalu peras ke dalam wadah. Ini berguna supaya kotorannya terperangkap di kain dan tidak ikut diminum. Apabila sempat, rebus air terlebih dahulu 
3. Tampunglah air ketika hujan turun. 
Jas hujan ponco sangat membantu apabila kita berkegiatan di alam liar, kamu bisa menemukan air dengan jas hujan. Caranya, bentangkan jas hujan ponco di tanah lapang ketika hujan turun. Ikatlah setiap sudutnya dengan tali ke pohon, sehingga air bisa ditampung di tengah. Lakukan ini ketika hujan turun untuk mendapatkan stok air sebanyak-banyaknya. Air hujan tentu lebih bersih dari genangan air dan bisa langsung diminum. 

Jumat, 28 Oktober 2022

Laporan Perjalanan Pendakian Gunung Kerinci Via Sungai Penuh - Kayu Aryo - Kersik Tuo


Laporan Perjalanan Kegiatan

 

Tempat

Gunung Kerinci Via Sungai Penuh – Kayu Aro – Kersik Tuo

Waktu

Hari

Jum’at - selesai

Tanggal

1 April 2022 - selesai

Jam

13.30 WIB - selesai

Biota

Fauna: Harimau Sumatera

Anggaran Biaya

Transportasi

Untuk ke Kersik Tuo, dapat turun di Padang atau Jambi, terserah hasrat. Umumnya, angkutan umum yang melalui Gunung Kerinci ialah bis atau travel jalur Sungai Penuh - Padang.

Simaksi

Rp 20.000 untuk weekday

Rp 25.000 untuk weekend

CP Base Camp

085367588494 (Mas Lihun - penjaga)

Aturan yang berlaku

  1.       Saat turun malam hari usahakan ramai-ramai terutama ketika              melewati pos 3
  2.       Waspadalah pada tanda-tanda kemunculan harimau Sumatra
  3.       Sebaiknya tidak camp di pos 1-3 karena di pos ini menjadi jalur          lewat harimau Sumatra

Perjalanan Kegiatan

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Gunung ini terletak di provinsi Jambi, ada 2 jalur pendakian kebetulan kami memilih via sungai penuh - kayu aro - kersik tuo. Perjalanan dari Bandar Lampung sampai di bc yg terletak di kersik tuo tersebut memerlukan waktu 31 jam (darat) sudah include dengan istirahat dijalannya sedangkan waktu pendakian disarankan adalah 3 hari 2 malam dan tim kami mengikuti prosedur tersebut. Tim kami berjumlah 8 orang termasuk saya dan kami bekerjasama dengan akamsi yg kebetulan beliau aktif di kerinci trek indonesia yg bertugas sebagai guide sekaligus porter barang kelompok. Treknya dibagi menjadi pos 1 (bangku panjang) - pos 2 (batu lumut) - pos 3 (pondok panorama)

(Trek awal pendakian)

Sumber Dok: Manusia lembah.com

 

 Dilanjutkan ke shelter 1 - shelter 2 - shelter 3 - summit.

(Shelter 1)

Sumber Dok: Manusia lembah.com

 

(Trek ke Shelter 3)
Sumber Dok: Manusia lembah.com

 (Shelter 3)

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Pendakian hari pertama kami bermalam di shelter 1 kemudian paginya kami lanjutkan perjalanan sampai shelter 3 untuk bermalam disana dan kurang lebih pukul 4 dini hari kami summit attack dan Alhamdulillah diberi kelancaran.

(Trek ke Puncak)

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Tambahan: Gunung ini berada di daerah kalianda Lampung Selatan. Bila ingin mendaki start dari daerah  pesisir laut gunung ini bisa menjadi pilihan ada 5 pos. Pos 1 ada mata air dan diwajibkan membawa air dari pos ini sesuai kebutuhan kita dikarenakan tidak ada lagi mata air selanjutnya, waktu tempuh standar dari basecamp - puncak 7 jam. Tapi saya  start dari jam 13.30 WIB dan sampai pos 5 (pos terakhir sebelum puncak dan biasanya digunakan untuk camp) pukul 22.30 WIB (9 jam).

Dokumentasi



Pengalaman perjalanan oleh: Kang Koko “Poex”

Penulis: Kang Koko “Poex”

Editor: Maul “Belang” dan Saben “Gading” 

Jumat, 21 Oktober 2022

Sejarah Panjat Tebing

Pada tahun 1910 kegiatan panjat tebing mulai dikenal pertama kali di kawasan Eropa, tepatnya di pegunungan Alpen, sebelum PD I di Austria. 
Namun di Indonesia panjat tebing dikenal sejak tahun 60`an dimana berdiri beberapa perkumpulan/kelompok Pecinta Alam. 
Tahun 1975 kegiatan panjat tebing sudah secara utuh dan tersendiri. Waktu itu beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tonggak kebangkitan Panjat Tebing Indonesia antara lain Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Deddy Hikmat mulai latihan di tebing Citatah, Jawa Barat. 

Tahun 1988 Kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang 3pemanjat profesional Perancis yaitu; Patrick Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune serta seorang instruktur Teknis Panjat Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan FPTGI.

Lalu pada tahun 1992 FPTGI kemudian berubah nama hanya menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan FPTI diakui menjadi anggota Union Internationale des Assosiations d`Alpinisme (UIAA) yang mewadahi organisasi panjat tebing dan gunung internasional. UIIA merupakan organisasi olahraga dunia yang bertanggung jawab pada semua kegiatan olahraga dunia termasuk Olimpiade. 

Pada tahun 1994 secara resmi FPTI diakui sebagai induk olahraga panjat tebing oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Tidak lama setelah itu Olahraga Panjat Tebing diikutkan dalam PON. 

Senin, 26 September 2022

Teknik Membuat Api Unggun di Gunung

Ada 2 teknik pembuatan api yang biasanya digunakan saat di gunung. Teknik ini disebut “Leave No Trace” karena dianggap lebih aman dan dapat meminimalisir kebakaran. 

1. Teknik Fire Ring ( Lingkaran Api)
Yang perlu dilakukan sebelum membuat api unggun dengan teknik lingkaran api, • •Buatlah lubang terlebih dahulu. Diameter lubang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Lebih disarankan tidak terlalu besar, jika hanya beberapa orang cukup membuat diameter 50-60 cm. Kedalaman lubang bisa dibuat sekitar 10-15 cm.
• Cari kayu bakar atau ranting sebagai bahan dasar pembuatan api lalu bakar di dalam lubang yang sudah dibuat. •Usahakan untuk membuat api jauh dari pepohonan untuk menghindari resiko kebakaran hutan.
Jika merasa sudah selesai matikan api dengan cara menyiram dengan air sampai benar benar padam. Setelah itu tutup kembali dengan tanah. Dengan begitu api tidak akan hidup lagi.

2.Teknik Mound Fire (Gundukan Api)
Teknik ini sering digunakan oleh para pendaki. Cara membuatnya pun cukup mudah. 
Berikut cara membuatnya:
• Siapkan karung bekas, plastik besar, atau lembaran aluminium foil. Semakin besar akan semakin bagus. Ini berguna sebagai alas.
•Kumpulkan tanah, batu kerikil, atau pasir dan letakkan di atas alas. Sebisa mungkin jangan menggali untuk mendapatkan tanah, tapi cukup dengan mengambil dari tumpukan pasir atau tanah yang sudah ada. Biasanya tumpukan tanah banyak terdapat di bekas pohon tumbang.
• Ratakan tanah atau pasir, semakin tebal semakin bagus pastinya. Pastikan juga luasan tanah lebih besar dari api yang akan dibuat, untuk menghindari bara api yang menyebar.
•Buat tumpukan kayu seperti biasa Kamu akan membuat api unggun, dan kemudian buatlah api.
Teknik ini bisa diterapkan ketika benar-benar membutuhkan api unggun. Berhati-hatilah saat membuat api unggun, apalagi ketika musim kemarau. Hutan di gunung cenderung lebih mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat kemarau.

Kalau memang tidak terlalu membutuhkan api unggun, ada baiknya tak perlu membuatnya. Bersikap bijak saat di gunung harus dilakukan oleh seorang pendaki.

Intinya, lakukan segala hal sesuai kebutuhan, bukan hanya sekadar sesuai keinginan saja.

Jumat, 26 Agustus 2022

Laporan Perjalanan Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho

Laporan Perjalanan Kegiatan

Tempat

Gunung Lawu Via Candi Cetho

Waktu

Hari

Kamis - Sabtu

Tanggal

3-5 Februari 2022

Jam

23.00 WIB-selesai

Biota

Petilasan Prabu Brawijaya di Hargo Dalem

Anggaran Biaya

Transportasi

-          Mobil Pribadi (bensin dan tol)

1.560.000,00

Simaksi

 50.000,00

Total

Rp. 1.610.000,00

CP Base Camp

0852-0076-0666 (Mas Eko RECO)

Aturan yang berlaku

     1.      Jangan memakai pakaian/atribut berwana hijau

     2.      Dilarang melakukan pendakian malam hari

Perjalanan Kegiatan

Pendakian ke gunung Lawu dilakukan oleh 9 orang, berangkat dari Bandung dengan menggunakan 2 mobil pada pukul 23.00 WIB dan sampai di lokasi Base camp Pukul 07.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan pendakian yang dilakukan pada pukul 11.00 WIB.

Pendakian dilakukan via candi cheto, dikatan jalur candi cheto merupakan jalur terpanjang dari jalur lainnya, tetapi jalur yang di lalui tetap landai. Jalur ini di tempuh dengan 5 pos.

POS 1 – MBAH BRANTI

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Perjalanan dimulai dari base camp menuju Pos 1 dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Pos 1 Berada di ketinggian 1702 mdpl, vegetasi yang dominan yaitu pohon pinus. Jarak tempuh menuju pos satu ini sekitar 764 m dengan medan landai agak terjal

POS 2 – BRAK SENG


Sumber Dok: Manusia lembah.com

Perjalanan ke Pos 2 membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Pos ini berapa di ketinggian 1906 mdpl dengan jarak tempuh sekitar 1034 m, vegetasi didominasi oleh pohon damar dan puspa.

POS 3 – CEMORO DOWO

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Perjalanan ke Pos 3 membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Berada di ketinggian 2241 mdpl. Terdapat sumber air yang dapat dimanfaatkan. Ketika sampai di Pos 3 kondisi cuaca hujan dan akhirnya tim pendakian memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di Pos ini.

POS 4 – PUNGGIK

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Pos ini berada di ketinggian 2550 mdpl. Perjalanan ke Pos 4 dilakukan di hari sabtu pukul 10 pagi, dengan kondisi cuaca agak gerimis, perjalanan dilanjutkan dengan meninggalkan barang-barang di pos 3, jadi perjalanan ke pos 4 hanya membawa sedikit barang yang di butuhkan. Waktu tempuh di perlukan sekitar 80 menit untuk menuju pos 4 ini.

POS 5 – BULAK PEPERANGAN

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke pos 5 yang berada di ketinggian 2861 mdpl. Vegetasi didominasi oleh pinus dan sabana, medan menuju pos 5 landai hingga terjal.

PASAR DIENG

Sumber Dok: Manusia lembah.com

Dari pos 5 ini dilanjutkan ke Pasar Dieng (hutan sabana) dan dari sini jarak pandang Cuma sekitar 1 meter karena tertutup oleh kabut. Dari sini kondisi cuaca terjadi hujan badai, namum tim memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan tujuan sampai di warung Mbok Yem untuk bisa melakukan istirahat disana.

Dari warung Mbok Yem ada yang tetap di warung karena terdapat anggota tim yang kondisi kesehatannya menurun dan ada sebagian lagi yang melanjutkan perjalanan ke puncak Hargo Dumilah yang berada di ketinggian 3265 mdpl.

TURUN GUNUNG

Tim melakukan turun gunung bersama-sama dari pos 5 kemudian sampai di pos 3 sekitar jam 8 malam. Tim kemudian istirahat sejenak dan kemudian melanjutkan turun gunung pada pukul 9 malam. Namun ada 2 orang anggota yang tidak memaksakan turun gunung malam hari dan memilih tetap bermalam di pos 3. Tim yang melanjutkan turun gunung turun bersama-sama, namun ada sedikit kejanggalan yang terjadi ketika sampai di pos bayangan 1, ada anggota yang melihat warung buka di pos satu. Namun ketika sampai di pos 1 ternyata warung tersebut tutup. Tim sejenak istirahat di warung tersebut lalu melanjutkan perjalanan menuju base camp dan sampai sekitar jam 1 pagi. Anggota yang sebelumnya bermalam sampai di base camp sekitar jam 6 pagi.

Dokumentasi






Narasumber: Kang Eja “Uteuk” dan Kang Vegi “Rumbah”

Pewawancara : Maul “Belang” dan Saben ”Gading”

Penulis: Maul “Belang”

Editor: Saben ”Gading”