Rabu, 11 Mei 2022

5 Rekomendasi Gunung favorit para pendaki di Jawa Barat

Berlibur adalah salah satu keputusan yang tepat untuk melepas stres akibat rutinitas yang padat. Tingginya tingkat polusi dan padatnya perkotaan tempat kita berkegiatan sehari-hari tentunya membuat kita merindukan udara segar. Kawasan pegunungan dapat menjadi solusi liburan tepat untuk melepas letihnya beban yang terasa. 

Menghabiskan waktu libur atau akhir pekan di gunung lebih seru jika bersama teman, sahabat atauapun keluarga. Kami sudah mengumpulkan daftar 5 gunung favorit para pendaki  di Jawa Barat Untuk mempermudah kamu dalam mempertimbangkan gunung mana yang jadi tempat hiking. Berikut daftar gunung di jawa barat yang dapat kamu coba: 

1.      Gunung Ciremai

Gunung yang berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka ini termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini memiliki dua buah kawah, kawah pertama beradius 400 meter yang terpotong oleh kawah kedua yang berada di timur dengan radius 600 meter. Selain itu juga terdapat sebuah goa yang diberi nama Goa Walet yang terbentuk dari adanya letusan pada jaman dulu.

Terdapat 3 jalur pendakian yang bisa dilalui untuk mencapai titik tertinggi dari gunung ini. Jalur pertama dari Majalengka, jalur kedua dari Palutungan dan yang terakhir melalui Linggarjati. Tiap-tiap jalur menyimpan sensasi tersendiri bagi para pendaki. Jalur Linggarjati memiliki jalur yang berat dan terjal. Maka dapat membuat para pendaki menjadi lebih tertantang untuk mendaki.

2.      Gunung Gede

Gunung Gede mencapai ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan bersebelahan dengan Gunung Pagrango dengan ketinggian 3.019 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung tersebut masih berada dalam satu kawasan Taman Nasioanal Gede Pangrango. Lokasi Gunung Gede yang berada di Jawa Barat membuat gunung ini menjadi tempat hiking yang sangat populer bagi para pecinta gunung. Apalagi, pemandangan di gunung ini sangat indah, terlebih di Alun-Alun Suryakencana, padang savana yang dihiasi bunga edelweiss yang magis.

Terdapat 3 jalur yang dapa dilewati untuk menuju puncak yaitu jalur Ciboda, jalur Gunung Putri dan jalur Salabintana. Jalur Cibodas dan jalur Gunung Putri, merupakan jalur yang sering dipakai para pendaki karena mudahnya akses menuju tempat ini, banyaknya penginapan dan rumah makan yang bisa menjadi bekal pada saat pendakian. Sedangkan jalur Salabintana kurang diminati oleh para pendaki karena sulitnya akses transportasi yang susah dan lebih jauh.

Dikarenakan medannya yang tidak bisa dibilang ringan, disarankan mendaki Gunung Gede dengan pemandu jika kamu pemula, atau bersama teman-teman yang sudah sering naik Gunung Gede sebelumnya. 

3.      Gunung Burangrang

Bila kamu menginginkan sensasi petualangan dengan jarak tempuh waktu hanya beberapa jam. Maka Gunung Burangrang tempatnya. Meskipun gunung ini tidak sepopuler Gunung Gede Pangrango. Gunung Burangrang dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa dijadikan latihan bagi pendaki pemula untuk mendaki gunung yang lebih tinggi. Gunung Burangrang terletak di daerah Cisarua, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan kabupaten Purwakarta dan Subang.

Jarak tempuh perjalanan dari simaksi (tempat perizinan dan parkir kendaraan) menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Medan yang tidak terlalu terjal dan rimbanya hutan menjadi sensasi tersendiri bagi kamu yang ingin mencoba mendaki gunung.

4.      Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan yang merupakan salah satu gunung terfavorit bagi kalangan pendaki. Gunung ini memiliki empat buah kawah besar sebelum letusan yang terjadi pada tahun 2002. Setelah letusan terjadi, ke empat kawah tersebut bergabung menjadi sebuah kawah yang cukup besar Hutan mati menjadi salah satu spot terfavorit, selain itu terdapat kebun bunga edelweis yang tentunya memiliki pesona pemandangan yang sangat indah. Tapi ingat jangan coba-coba kamu memetik atau membawanya pulang.

Ketinggian Gunung Papandayan mencapai 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl). Walaupun tinggi, gunung ini cocok bagi pemula karena jalur yang landai sehingga kamu bisa mendaki dengan santai bersama teman, sahabat atau keluargamu. Jalur pendakian bisa melakukan trekking dari alun-alun Pondok Salada hingga kepuncak gunung hingga sampai kepuncak waktu yang ditempuh dengan trekking kurang lebih 6 jam Bagi para pendaki gunung yang ingin melanjutkan dengan berjalan kaki, bisa lamanya.

5.      Gunung Cikuray

Gunung Cikuray yang bertempat di Garut, Jawa Barat, memiliki ketinggian 2821 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tanjakan Gunung CIkuray memang terkenal terjal di sepanjang jalur pendakiannya, terutama ketika sudah mulai memasuki hutan. Ada enam jalur yang bisa dilalui untuk mendaki Gunung Cikuray yakni jalur Pemancar (Cilawu), jalur Kiara Janggot, jalur Bayongbong, Tapak Geurot, Pamalayan, dan jalur Cikajang. Dari semua itu, jalur Pemancar merupakan jalur yang paling umum dan paling populer dilalui pendaki. Pendakian via pemancar meruoakan jalur pendakian favorit. Selain lebih pendek dari jalur pendakian yang lain, medan tidak terlali terjal meski sangat menanjak.

Di puncak Cikuray tidak ada sumber air. Persediaan air minum dan masak harus membawa dari titik nol pendakian. Pemandangan dari puncak gunung ini sangat keren, kamu bisa melihat gunung Ciremai, Slamet, Guntur, Papandayan dan garis pantai selatan.

Bagi pendaki yang tiba di puncak sebelum magrib, dapat menyaksikan indahnya pemandangan sunset. Kalau malam tiba dan cuaca sedang cerah, lampu kota Garut pun menjadi sajian istimewa. Pagi adalah waktu yang dinanti, view sunrise di gunung Cikuray mantab, ditambah lagi hamparan awan laksana samudera.

Dari sekian banyak gunung di tanah air kita terutama di Jawa Barat itulah 5 rekomendasi gunung yang banyak dikunjungi oleh para pendaki. Ayo segera kamu coba kalo kamu punya waktu luang, OK! ><

Perlu diingat bahwa setiap gunung memiliki tingkat kerumitan dan tantangannya sendiri sehingga persiapkanlah diri sebaik mungkin saat mendakinya. Tetap selalu menjaga kebersihan, kelestarian dan juga indahnya pesona alam yang ada. Semoga bermanfaat buat kamu yang baca.

Salam Rimba, Salam Lestari!

Sumber :

https://nationalgeographic.grid.id/amp/131771552/rekomendasi-lima-gunung-di-jawa-barat-bagi-para-pendaki-pemula?page=all

https://www.bicarajabar.com/pariwisata/pr-611108026/coba-liburan-ke-gunung-9-gunung-ini-cocok-buat-kamu-pendaki-pemula?page=3

https://phinemo.com/mendaki-gunung-di-jawa-barat/.

https://www.klook.com/id/blog/gunung-tempat-hiking-populer/

https://www.garutadventure.com/gunung-di-garut-yang-cocok-untuk-pemula/

Kamis, 14 April 2022

PANJAT TEBING BAGI SEORANG MAPALA


Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas yang termasuk dalam bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-tenik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45 derajat dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu. Dimana seseorang akan memanjat, turun atau melintasi formasi batuan alami atau dinding batu buatan, yang secara fisik dan mental menuntu kekuatan, ketahanan, kelincahan, dan keseimbangan dengan control mental.

Di indonesia sendiri panjat tebing terbagi menjadi 2 kategori yaitu tebing alam dan tebing buatan.  Panjat tebing buatan sendiri dapat dilakukan di dinding buatan. Dalam kegiatan panjat tebing, seorang pemanjat tebing harus mengetahui alat-alat panjat tebing dan teknik-teknik dasar pemsangan alat-alat panjat untuk menghindari kecelakaan. Adapun beberapa peralatan yang dapat digunakan dalam kegiatan panjat tebing yaitu ; tali caramantel, figure eight, carabiner, tali webbing, harnest, helm, bubuk magnesium, dll. Selain  alat-alat yang harus disiapkan, latihan fisik dan teknik dasar dalam panjat tebing harus lebih dipahami kembali.

Bagi seorang mapala kegiatan panjat tebing menjadi salah satu olahraga alam bebas yang paling banyak diminati dan dapat juga melatih skil seorang mapala. Selain itu kegiatan ini juga memiliki banyak manfaat antara lain :

  1.     Membentuk otot dan ketahanan tubuh
  2.     Meningkatkan fungsi otak
  3.     Menghilangkan stres
  4.     Mengajarkan keterampilan hidup yang berharga
  5.     Menawarkan variasi workout yang tidak membosankan
  6.     Meningkatkan jiwa sosial

Dalam perkembangannya, panjat tebing kini dijadikan sebagai acara tahunan seperti pengibaran bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Tebing Sepikul yang memiliki ketinggian kurang lebih 450 meter, terletak di desa Watuagung, kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur selalu menjadi tempat untuk melakukan pengibaran bendera oleh pemanjat tebing maupun organisasi pencinta alam. Pengibaran bendera dilakukan pada ketinggian kurang lebih 230 meter karena, pada ketinggian tersebut terdapat teras yang menjadi tempat yang sangat ideal untuk melakukan pengibaran bendera.

Rabu, 09 Maret 2022

Persiapan Bagi Pendaki Gunung

 PERSIAPAN BAGI PENDAKI GUNUNG

Pendaki yang baik adalah pendaki yang sadar dengan adanya bahaya yang kemungkinan akan menghadang dalam aktivitas pendakian. Sehingga setiap pendaki gunung sangat memerlukan sebuah pemahaman tentang ilmu pendakian. Sementara pada pendaki pemula, motivasi berasal dari resiko yang diambil dan tantangan. Para pendaki biasanya mempunyai motivasi tertentu, bisa karena hobi, tertarik akan pesona gunung, ingin berpetualang, dan lain-lain.

Mendaki gunung membutuhkan banyak persiapan yang melibatkan persiapan fisik, logistik, pengaturan rencana perjalanan dan manajemen emosi. Hal ini menjadi sangat penting karena ketika mendaki gunung harus membawa perlengkapan ekstra safety agar selama perjalanan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Olahraga ini cukup membawa resiko dan bahaya, namun banyak digemari oleh banyak orang sekarang ini.

Untuk itu, orang yang melakukan kegiatan pendakian gunung tidak hanya mempunyai modal semangat dan keberanian saja, tetapi harus ditunjang dengan persiapan fisik dan mental yang memadai. Karena secara langsung atau tidak langsung pendaki gunung juga mempunyai dampak dalam memengaruhi ekosistem yang ada di gunung untuk tetap terjaga dengan baik agar tidak menjadi rusak.

Persyaratan utama yang perlu diperhatikan agar selamat dalam menjalankan suatu pendakian adalah:

1.      Memiliki kondisi fisik dan mental yang baik.

Mendaki gunung merupakan olahraga yang keras dan berat, oleh sebab itu sudah sewajarnya ia menuntut kemampuan fisik dan mental yang prima para, pendaki agar mereka tidak mudah patah semangat apabila menemui kesulitan dalam perjalanan sehingga berhasil dalam menjalankan misinya. Persiapan fisik sebelum melakukan pendakian gunung terutama mencakup tenaga aerobik dan keletukan otot, karena kesegaran jasmani akan mempengaruhi transport oksigen melalui peredaran darah ke otot- otot badan, dan ini penting karena semakin tinggi suatu daerah maka akan semakin rendah kadar oksigennya.

2.      Mempunyai pengetahuan dan dapat menerapkan secara praktis keterampilan di gunung

Hal ini meliputi membaca peta untuk menguasai medan dan memperhitungkan bahaya obyek, menggunakan tali, kompas, P3K, mendapatkan air bersih, memasak, mendirikan tenda, dan pengetahuan tentang pegunungan, flora, fauna, dan sebagainya.

3.      Ada perencanaan yang baik dan terinci

Ini menyangkut masalah perizinan, rute perjalanan, pos-pos perhentian, berangkat, kembali turun, dan sebagainya. Untuk mengetahui medan yang dihadapi bisa dengan cara bertanya kepada orang-orang yang pernah mendaki gunung tersebut atau dengan mengikutsertakan orang yang pernah mendaki gunung yang akan didaki.

4.      Didukung oleh perlengkapan yang memadai

Perlengkapan merupakan bagian penting dari sebuah pendakian gunung karena dengan peralatan yang sesuai maka akan menjadi modal penting untuk menjamin keselamatan pendaki. seperti: ransel, pakaian, perlengkapan tidur, makanan yang mudah dimasak dan tahan lama, kotak P3K, penerangan, dan tenda.

Tanpa mengecilkan peranannya dalam menunjang keberhasilan misi pendakian, di antara persyaratan-persyaratan di atas, persyaratan pertama, yaitu kondisi fisik dan mental, merupakan persyaratan yang paling penting. Menurut konsep dasar keselamatan, kecelakaan itu lebih cenderung terjadi pada orang yang tidak fit secara fisik, psikologis, dan sosial. Dengan demikian, orang yang sehat atau fit secara fisik dan mental, berkemampuan menaklukkan puncak gunung setinggi apapun.

Minggu, 13 Februari 2022

Laporan Perjalanan Kegiatan Pendakian Gunung Burangrang 2022



 

Tempat

 Gunung Burangrang, Lembang

 

Waktu

Hari

 Sabtu s/d Minggu

Tanggal

 15 – 16 Januari 2022

Jam

 06.00 s/d selesai

Biota

 -

 

 

 

Anggaran

Biaya

Transportasi

 Rp 10.000,00/motor

Total : RP 40.000,00

Konsumsi

 Rp 280.000,00

Simaksi

Tiket  : Rp 15.000,00/orang

Parkir : Rp 10.000,00/motor

Total  :Rp 160.000,00

Dll

 -

Total

Rp 450.000,00

Catatan : Anggaran biaya dibagi oleh 8 orang pendaki

CP Base Camp

 085794330717 ( Pak Upayayah )

Aturan yang

berlaku

1.      Tidak boleh membawa barang yang berbahaya dan membahayakan pendaki lain

2.      Tidak boleh membuang sampah sembarangan dan merusak kelestarian lingkungan sekitar gunung burangrang.

Perjalanan

Kegiatan

      Perjalanan ke Gunung Burangrang dilakukan untuk memenuhi salah satu tahapan untuk menjadi anggota penuh yang mempunyai arti untuk menjaga kekompakan, solidaritas dan rasa kekeluargaan antar anggota.  Dalam melakukan perjalanan ke gunung burangrang hal pertama yang dilakukan yaitu menentukan jalur pendakian gunung burangrang. Terdapat 8 anggota muda rattle snake yang terdiri dari 3 orang laki laki  5 perempuan untuk melakukan pendakian ke Gunung Burangrang, kami memilih jalur pendakian via Legok Haji.

     Sabtu, 15 januari 2022 8 anggota muda rattle snake berkumpul di Masjid Istiqlal jam 06.00 untuk melakukan segala persiapan dan dokumentasi sebelum berangkat. Setelah semua sudah siap kami memulai perjalanan menggunakan transportasi motor pada jam 06.10. Perjalanan menuju Legok Haji menghabiskan waktu sekitar 1 jam 7 menit, diperjalanan suasana jalan tidak terlalu ramai karena masih pagi hari, cuaca yang mendukung serta udara yang segar menyertai perjalanan ini. Suasana mulai ramai pada saat melewati pasar parongpong, banyak warga yang sudah mulai beraktivitas di pasar.

      Pada jam 07.17 kami sudah sampai di Legok Haji, kami beristirahat sebentar dan melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian. Sekitar jam 07.50 ketika semua sudah siap, kami melakukan pendakian ke pos 1 , perjalanan di pos 1 keadaan jalan masih bisa didaki dan tidak ada hambatan, kami beberapa kali beristirahat sebentar untuk minum dan mengobrol sebentar. Pada jam 08.20 kami sampai di pos 1 menghabiskan waktu 30 menit untuk sampai di pos 1. Kami beristirahat sebentar dan melakukan dokumentasi, di pos 1 terdapat sebuah plang bertulis ‘ POS 1’ dan terdapat 2 bangku kayu. Setelah semua di rasa sudah bisa melakukan pendakian kembali, kami melakukan perjalanan pada pukul 08.25 untuk ke pos 2, pada saat diperjalanan medan menuju pos 2 sudah mulai terjal dan agak curam maka dari itu kita beristirahat sebentar karena salah satu saudara kami ada yang sakit.

       Pada pukul 08.29 kami melakukan perjalanan kembali menuju pos 2, keadaan medan masih terjal dan curam sehingga menghambat untuk pendakian dengan keadaan kami yang sudah mulai lelah. Berselang waktu 12 menit kami pun sampai di pos 2 pada pukul 08.45, di pos 2 terdapat bangku 3 lalu terdapat plang yang bertuliskan ‘POS 2’ dan terdapat beberapa orang lain yang sedang beristirahat juga. Kami melakukan dokumentasi kembali dan beristirahat sebentar. Pukul 08.49 kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Pos 3. Selama perjalanan kami mengobrol untuk menghilangkan rasa lelah. Keadaan jalan masih terjal dan curam untuk mendaki dan rimbunya gunung burangrang membuat suasana menjadi adem dan sejuk. Pukul 09.10 kami pun beristirahat sekedar duduk untuk mencharger kembali energi untuk melakukan pendakian, Sekitar pukul 09.12 kami melanjutkan perjalanan kembali dengan keadaan medan masih terjal dan curam lalu ada beberapa jalan yang tergenang air sehingga jalan menjadi licin. Pukul 09.23 kami pun sampai di pos 3 , di pos 3 tidak terdapat bangku hanya saja terdapat plang bertuliskan ‘POS 3’ dan dahan pohon seperti habis tumbang, di pos 3 kami pun beristirahat dan melakukan sebuah dokumentasi.

       Pukul 09.31 kami mulai kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 4, sekitar jam 09.40 kami melakukan istirahat sekedar duduk dan mengobrol sebentar. Pukul 09.43 kami melanjutkan perjalanan kembali, selang 17 menit kami pun sampai di pos 4. Pukul 10.20 melanjutkan perjalanan kembali untuk sampai di puncak Gunung Burangrang, menghabiskan waktu sekitar 1 jam 15 menit kami pun sampai di puncak burangrang. Pada saat dipuncak Gunung Burangrang kami pun meletakan semua alat yang dibawa untuk melakukan ISHOMA. Setelah semua sudah beres ISHOMA kami pun bersiap dan merapihkan perlengkapan untuk melanjutkan perjalanan turun kebawah. Sebelum turun ke bawah tidak lupa kami melakukan sesi dokumentasi.

     Pukul 13.15 kami melanjutkan perjalanan untuk turun kebawah, sekitar pukul 13.51 kami pun melakukan istirahat untuk minum dan duduk sebentar. Melanjutkan perjalanan hingga sampai di Pos 4 pada pukul 14.05 kami pun melakukan istirahat kembali dan duduk sebentar, pukul 14.30 kami pun sampai di POS 3 dan melanjutkan perjalanan. Pukul 15.02 kami sampai di POS 2 , dan melanjutkan perjalanan kembali pada 15.06. Sekitar pukul 15.17 kami pun sampai di POS 1 , melakukan dokumentasi dan duduk sebentar. Tidak terasa pada pukul 15.37 kami pun sudah kembali lagi di basecamp Gunung Burangrang.

     Sekitar pukul 18.00 kami pun melakukan persiapan untuk sholat dan membuat tenda, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ada yang membuat tenda dan masak untuk makan malam. Pukul 20.00 kami pun melakukan makan bersama dan sharing-sharing serta evaluasi selama di perjalanan. Selesai sharing pada pukul 23.30 dikarenakan cuaca sudah mulai dingin dan sudah mulai larut. Sebelum melakukan tidur kami melakukan upgrading antar anggota, upgrading dilakukan dengan menceritakan kelebihan dan kekurangan serta perubahan antar anggota. Upgrading selesai pada pukul 00.10, kami pun semua sudah mulai ngantuk dan persiapan untuk tidur


Kamis, 10 Februari 2022

Mengapa Harus Ada DIKLATSAR Bagi MAPALA?


    Diklatsar merupakan singkatan dari Pendidikan dan Latihan Dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mendidik dasar-dasar pengetahuan dan kemampuan anggota atau calon anggota pada suatu organisasi atau komunitas. Bagi organisasi atau komunitas penggiat alam bebas, Mapala memang memiliki metode khusus pada pelaksanaan diklatsar yang bahkan mirip dengan pendidikan militer. Hal ini dikarenakan anggota di organisasi tersebut harus ditempa sedemikian rupa supaya memiliki fisik yang kuat, mental yang tangguh dan pengetahuan yang mumpuni karena kemampuan-kemampuan tersebut sangat dibutuhkan saat berkegiatan di alam bebas dan organisasi. 

    Pada kegiatan diklatsar peserta biasanya dberikan ‘doktrin’ mengena loyalitas dan solidaritas. Bayangkan jika setiap anggota tidak memiliki loyalitas dan solidaritas, mungkin organisasi tersebut tidak akan berkembang bahkan punah. Dalam Mapala memang dibutuhkan rasa solidaritas yang tinggi karena mereka sering melakukan kegiatan di alam bebas. Dalam keadaan sulit, jati diri setiap manusia akan terlihat. Jika solidaritas tidak dilatih maka kita bisa semakin terpuruk dalam kesulitan. Diklatsar biasanya dilakukan di gunung dan hutan atau alam terbuka untuk melatih mental dan fisik para pesertanya. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa Mapala biasanya sangat tangguh di lapangan. Mereka dilatih untuk harus bisa menghadapi kehidupan di alam bebas.

    Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam sebelum melaksanakan kegiatan Diklatsar antara lain: 
1. Faktor kemampuan fisik siswa Pendataan terhadap kondisi fisik sebelum pelaksanaan diklatsar wajib dilakukan. Saat kegiatan berlangsung, siswa boleh dipush kemampuan fisiknya hingga melampaui batas mereka, namun panitia harus selalu waspada pada gejala-gejala di kondisi fisik siswa. 
2. Faktor kondisi alam Sebelum pelaksanaan diklatsar, panitia harus memastikan lokasi kegiatan aman dan dikuasai. Panitia harus benar-benar melakukan survey secara matang dan memastikan setiap sesi yang dijalani oleh para siswa tidak membahayakannya. Kontur, jalur perjalanan, kondisi cuaca, jalur evakuasi dan lainnya harus diperhatikan dengan baik. 
3. Faktor pendidik dan materi pendidikan Sesuai dengan nama kegiatannya, maka harus sangat diperhatikan siapa dan bagaimana pendidiknya, serta apa dan bagaimana materi pendidikannya. Dalam kegiatan Diklatsar, pendidik, pemateri atau instrukstur haruslah orang-orang yang benar-benar kompeten dalam bidangnya masing-masing. 
4. Faktor non teknis Faktor non teknis ini bisa berupa hal-hal yang berkaitan dengan administrasi dan perizinan. Hal ini biasanya kurang diperhatikan, namun tetap tidak boleh ditinggalkan.

    Diklatsar merupakan kegiatan penting yang harus diadakan dengan prosedur yang harus benar-benar dipatuhi oleh semua anggota dan panitianya. Skema acara yang disusun haruslah tepat. Adanya tim medis, tim psikolog dan anggota lain sesuai divisinya sangatlah diperlukan dalam kegiatan Diklatsar ini. Jika ada kekhawatiran mengenai kemungkinan buruk yang akan terjadi saat diklatsar, maka sebaiknya yang diperbaiki adalah sistem dan kurikulumnya, bukan menghilangkan kegiatan diklatsarnya atau bahkan menghapuskan organisasinya.

Kamis, 13 Januari 2022

Apa Itu Nama Rimba?

Mahasiswa pencinta alam atau biasa disingkat sebagai Mapala merupakan suatu organisasi yang berada di tingkat perguruan tinggi. Mapala sendiri lebih terfokus bergerak di bidang lingkungan dan alam bebas. 

Uniknya tiap anggota dari Mapala diberi nama unik atau biasa disebut nama rimba atau ada juga yang menyebutnya nama alam. Hampir tiap Mapala dapat dipastikan memiliki tradisi memberi nama rimba bagi anggota barunya. Pemaknaan nama rimbapun dapat berbeda beda di tiap organisasi Mapala, namun nama rimba sendiri utamanya menggambarkan keunikan dan ciri khas dari tiap pemilik nama. 

Pemberian nama rimba dapat difilosofikan dari sifat, harapan, kejadian unik yang dialami, fisik, atau hal lainnya yang menggambarkan sang pemilik nama. Namun tentunya tidak ada maksud negatif dari pemberian nama rimba, jikalaupun nama rimba seorang anggota lebih terdengar seperti ejekan dan cemoohan dapat dipastikan bukan itulah makna sesungguhnya dari nama tersebut. Nama rimba dapat diartikan sebagai pengingat terhadap hal negatif dari si pemilik nama dengan harapan bahwa ia akan termotivasi untuk mengintrospeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Meskipun begitu, nama rimba yang diberikan tidak diperbolehkan berkonotasi jorok atau porno. 

Seperti contoh salah satu nama rimba 'Tali' yang mengartikan sesuatu yang mengikat dan diharapkan orang tersebut dapat menyatukan seluruh anggota. 

Nama rimba atau nama alam berbeda dengan nama julukan, nama rimba biasanya ditempat kan dibelakang setelah nama asli . Untuk mendapatkan nama rimba tersebut anggota mapala harus melewati beberapa tahapan terlebih dahulu. 

Setiap anggota mapala diharapkan bangga mendapatkan nama rimba, karena itulah pembeda kita dari orang lain atau dengan kata lain memiliki ciri khas yang ditunjukan melalui nama rimba.

Kamis, 09 Desember 2021

Anggota Penuh Rattle Snake 2021

 


Salam Lestari...

Alhamdulillah Mapala Rattle Snake telah melaksanakan Pengambilan Nomor pada tanggal 30-31 Oktober 2021

Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung 8 Anggota Penuh Rattle Snake angkatan XXIII "LEUWEUNG RIMBUN", yaitu:

RS 21182 LR - Ihsan "Tasie"
RS 21183 LR - Maul "Belang"
RS 21184 LR - Ayu "Moer"
RS 21185 LR - Hawa "Deke" 
RS 21186 LR - Azkya "Telang"
RS 21187 LR - Manda "Peucang"
RS 21188 LR - Ilham "Turaes"
RS 21189 LR - Bella "Hiri"

Lahirnya jiwa-jiwa yang rindu akan hangatnya kebersamaan di rimbunnya hutan yang sudah lama tidak terjamah

Selamat bergabung bersama keluarga besar 
Rattle Snake 
Mapala Teknologi Laboratorium Medis 
Politeknik Kesehatan Bandung