Rabu, 30 Juli 2025

Laporan Perjalanan Kegiatan Pendakian Puncak Junghuhn, Gunung Malabar

Tempat

Puncak Junghuhn, Gunung Malabar

 

Hari

Jumat – Minggu

Waktu

Tanggal

27 – 29 Juli 2025

 

Jam

17.00 - selesai

Biota

Kantong Semar, Pohon Kina, Pohon Arbei, Tumbuhan Paku-Pakuan, Edelweiss Jawa, Macan, Burung Elang Jawa, Lutung

Anggaran Biaya

Transportasi

2 unit angkot × 2 hari × Rp600.000,00 = Rp1.200.000.00

 

Simaksi

20 orang × Rp15.000,00 = Rp300.000,00

Cp Basecamp

 089528572691 (Hipadri)

Aturan yang berlaku

1. Dilarang membuang sampah sembarangan

2. Dilarang memburu atau menganggu satwa liar

3. Dilarang melewati jalur tanpa izin atau ilegal

Perjalanan Kegiatan

(Puncak Junghuhn Gunung Malabar)

 

      Puncak Junghuhn Malabar terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gunung ini merupakan bagian dari jajaran pegunungan Malabar yang terkenal dengan nilai sejarah dan keindahan alamnya. Dengan ketinggian sekitar 2.321 MDPL, gunung ini menawarkan jalur pendakian yang cukup menantang, terutama pada jalur yang terjal dan berbatu. 

       Berbeda dengan gunung pada umumnya, Gunung Malabar tidak hanya memiliki satu puncak, melainkan enam puncak berderet dan satu puncak besar. Pada kegiatan ekspedisi khusus kali ini, kami berencana mendaki seluruh enam puncak tersebut. Namun, ketika mencapai puncak ketiga, kondisi fisik, cuaca, dan keterbatasan waktu tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Oleh karena itu, pendakian hanya dilakukan hingga puncak ketiga sebelum akhirnya kami memutuskan kembali ke camping area. Pendakian ke Puncak Junghuhn Malabar ini dilaksanakan sebagai bentuk pengaplikasian ilmu dan keterampilan anggota Rattle Snake. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota yang terdiri atas angkatan Pijar Kaldera dan Riuh Kina.

                             (dokumentasi di parkiran basecamp Junghuhn)

     Kami berkumpul di area papan panjat pada pukul 17.00 WIB untuk melakukan briefing dan persiapan. Perjalanan menuju Banjaran dimulai pukul 18.35 WIB dan berlangsung lancar hingga tiba di area parkir Basecamp Junghuhn pada pukul 20.53 WIB. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan kaki sekitar 13 menit dan tiba di basecamp pukul 21.08 WIB. Setelah makan malam, kami beristirahat untuk persiapan pendakian esok hari.

                                 (dokumentasi di pos 1 Puncak Junghuhn)

     Keesokan harinya, pukul 03.30 WIB kami bangun dan bersiap. Kloter pertama memulai pendakian pukul 03.45 WIB, disusul kloter kedua lima belas menit kemudian. Karena masih gelap, penerangan hanya mengandalkan headlamp. Pukul 04.43 WIB, kloter pertama tiba di Pos 1 dan dilanjutkan kloter berikutnya. Di pos ini kami beristirahat sekaligus melaksanakan salat Subuh. Pendakian berlanjut pukul 05.20 WIB menuju Pos 2 dengan jalur yang lebih rimbun. Pukul 05.41 WIB kloter pertama tiba di Pos 2, disusul kloter kedua. Setelah istirahat singkat, perjalanan dilanjutkan pukul 06.55 WIB menuju Pos 3. Dalam perjalanan, kami melewati jalur air terjun untuk mengisi persediaan air. Jalur mulai menanjak terjal, ditandai dengan adanya webbing. Kloter pertama sempat tersesat, namun dapat kembali ke jalur berkat komunikasi melalui HT. Pukul 07.58 WIB, kloter pertama tiba di Pos 3, kemudian disusul kloter lainnya.

                                  (dokumentasi di pos 3 Puncak Junghuhn)


    Kami beristirahat terlebih dahulu di Pos 3 karena perjalanan cukup melelahkan, lalu melanjutkan pendakian pada pukul 08.00 WIB. Jalur dari Pos 3 menuju Pos 4 merupakan yang paling menantang dibandingkan jalur sebelumnya. Pada rute ini kami melewati aliran air terjun kembali, kemudian jalur menanjak curam yang dilanjutkan dengan medan terjal berbatu besar. Setelah melewati jalur berbatu, kami melalui jalur sempit dengan sisi kanan dan kiri langsung berbatasan dengan jurang tanpa penghalang pohon. Meskipun berbahaya, jalur tersebut juga menyajikan pemandangan indah yaitu Pegunungan Mega. Pada pukul 10.15 WIB, kami tiba di Pos 4 yang sekaligus menjadi area perkemahan.

                                    (dokumentasi di pos 4 Puncak Junghuhn)

    Di Pos 4, kami mendirikan tenda dan bivak sebagai tempat beristirahat. Setelah selesai, kami memakan bekal yang telah dibawa dari rumah sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak-puncak Malabar. Pada pukul 13.00 WIB, kami berangkat menuju Puncak Malabar 1/Puncak Junghuhn dan tiba setelah menempuh perjalanan sekitar 50 menit. Setelah mendokumentasikan kegiatan di puncak, pukul 13.50 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak Malabar 2.

                                       (dokumentasi di Puncak 2 Malabar)


    Jalur dari Puncak 1 menuju Puncak 2 cukup rimbun dan landai karena jarang dilalui pendaki. Kami berjalan beriringan tanpa dibagi kloter dan tiba di Puncak 2 Malabar pukul 14.41 WIB. Saat hendak menuju Puncak 3, salah satu dari kami tidak menemukan jalur pendakian dan justru mengarah ke arah jurang. Berdasarkan aplikasi peta di gawai, posisi kami sudah berada di Puncak 3, namun tidak ada papan penanda puncak disana. Karena kondisi fisik, cuaca, dan waktu tidak memungkinkan, kami memutuskan kembali ke camping area. Kami tiba pukul 16.21 WIB dan melanjutkan kegiatan memasak per kelompok.

                                            (dokumentasi ketika makan)

    Setelah memasak, kami makan malam bersama dan melaksanakan salat. Usai merapikan barang, kami masuk beristirahat karena energi hari itu terkuras akibat perjalanan dan jalur pendakian yang menantang. Keesokan harinya kamipun bangun di pagi hari untuk memasak, lalu sarapan bersama. Setelah itu, kami bersiap melakukan packing barang untuk perjalanan pulang. Pendakian turun dimulai pukul 07.45 WIB dengan kloter yang sama seperti saat naik. Perjalanan memakan waktu cukup lama mengingat jalur Junghuhn yang menantang sehingga kami harus lebih berhati-hati.

    Kami tiba di Basecamp Junghuhn pukul 12.32 WIB, karena letaknya dekat dengan mata air, beberapa orang dari kami menyempatkan diri membersihkan diri sambil menunggu angkot jemputan. Perjalanan dari Basecamp Junghuhn menuju papan panjat terasa singkat karena sebagian besar tertidur di dalam angkot. Kami tiba pukul 16.56 WIB, lalu langsung mengecek, membereskan, dan menyimpan perlengkapan kelompok di Basecamp Rattle Snake.

Dokumentasi



 

Pengalaman perjalanan oleh: Angkatan Pijar Kaldera dan Riuh Kina

Penulis: Hilwa `Dali`

Editor: Razzan `Peru`

Tidak ada komentar:

Posting Komentar