Jumat, 30 Januari 2026

Upaya Pencarian, Perolehan, dan Pengolahan Air Layak Konsumsi dalam Kondisi Darurat (Water Procurement)

Dalam kondisi survival atau darurat di alam bebas, pengetahuan tentang Water Procurement adalah kunci antara hidup dan mati. Secara definisi, Water procurement merupakan sebuah langkah strategis untuk mencari, mendapatkan, hingga mengolah air agar aman dikonsumsi saat kita berada dalam situasi darurat atau survival. Di dalam dunia survival, air menempati urutan prioritas yang jauh lebih tinggi dibandingkan makanan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia memiliki ambang batas yang sangat tipis terhadap dehidrasi; kita umumnya hanya mampu bertahan sekitar tiga hari tanpa asupan cairan sebelum fungsi tubuh menurun drastis. Kekurangan air bukan hanya soal rasa haus, tapi juga tentang penurunan konsentrasi dan stamina yang bisa berujung fatal. 


Cara Mendapatkan Air
- Mengikuti Aliran & Tanda Alam: Mencari air dengan mengikuti aliran sungai ke arah hilir serta mengamati vegetasi hijau dan jejak hewan yang biasanya menuju ke sumber air.

- Menggali Lubang Resapan: Teknik menggali lubang di dekat area sungai atau tanah lembap agar air tanah merembes keluar dan terfiltrasi secara alami oleh tanah.

- Solar Still: Teknik penyulingan air yang memanfaatkan panas matahari untuk menguapkan air dari tanah atau tumbuhan, lalu mengumpulkannya kembali.

- Transpirasi: Cara mendapatkan air dengan membungkus dedaunan pohon menggunakan plastik untuk menangkap


Cara Mengolah Air
- Merebus: Merupakan metode yang paling efektif untuk mensterilkan air dari kuman dan bakteri sebelum diminum.

- Penyaringan Konvensional: Proses menjernihkan air menggunakan lapisan penyaring sederhana seperti tisu, kapas, kain, batu, pasir, dan arang.

- Disinfeksi Kimia: Penggunaan zat kimia seperti tablet klorin, iodin, atau betadine untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dalam air.

- SODIS: Teknik mematikan kuman dengan cara menjemur botol transparan berisi air di bawah terik sinar matahari langsung.

- Alat Water Filter: Penggunaan perangkat filter air modern (seperti survival straw) yang praktis dan efisien untuk menyaring air secara instan.

Rabu, 28 Januari 2026

Laporan Perjalanan Explore Curug Bugbrug

 

Tempat

Curug Bugbrug

Waktu

Hari

Minggu

Tanggal

28 Juli 2024

Jam

11.00 - Selesai

Anggaran Biaya

Transportasi

3 Unit Motor

Simaksi

  6 x Rp10.000,00 = Rp60.000,00

Parkir

3 Motor x Rp5.000,00 = Rp15.000,00

Perjalanan Kegiatan

Curug Bugbrug terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lokasinya tersembunyi di tengah hutan yang rimbun dan berada di kawasan yang menawarkan udara sejuk serta pemandangan yang alami.

Eksplor ini dilakukan oleh 6 orang anggota Rattle Snake yaitu Baren “Mangu”, Hilwa “Dali”, Dince “Kulen”, Rinda “Ceta”, Anin “Patok”, dan Putri “Ingu”. Pada pukul 11.00 WIB, kami berkumpul di titik kumpul awal yang berada di Kampus Teknologi Laboratorium Medis, tepatnya di Papan Panjat Rattle Snake. Setelah bersiap kami berangkat menuju ke Curug Bugbrug, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan menggunakan motor.

Sampailah kami di area parkir Curug Bugbrug pukul 11.38 WIB dan diharuskan membayar biaya parkir sebesar Rp5.000,00 per motor. Untuk mencapai Curug Bugrug, kami menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit melalui jalur setapak yang cukup lebar untuk dilewati banyak orang. Di area Curug Bugbrug kami membayar simaksi sebesar Rp10.000,00 per satu orang agar dapat menikmati keindahan curug.

Suara gemuruh air terjun yang menyejukkan serta pemandangan alam yang memukau menyambut kami yang baru datang. Curug Bugbrug ramai dikunjungi saat akhir pekan, namun kami tetap menikmatinya dengan beristirahat dan duduk santai sambil menyantap bekal makanan dan minuman yang dibawa. Beberapa dari kami duduk di samping air terjun sambil mengobrol dan merasakan segarnya percikan air terjun yang dingin. Sementara itu yang lainnya memilih duduk di bawah pohon sambil menyesap kopi dan makan cemilan.

       Tidak terasa sudah hampir dua jam kami menghabiskan waktu di sana. Setelah puas menikmati keindahan curug, kami berkemas dan mengabadikan momen dengan berfoto di depan air terjun. Kemudian kami beranjak pulang pukul 14.30 WIB dan tiba di Gunung Batu sekitar pukul 15.00 WIB. Perjalanan singkat yang penuh kenangan ini meninggalkan kesan indah bagi kami semua dan memberikan pengalaman baru menikmati alam Bandung Barat.

Dokumentasi